Sabtu, 28 November 2009

Kidung Lara

1.
Untuk kesekian kalinya, ku simpan tanya dalam sunyi
Saat pohon-pohon berderit, menciptakan sebuah kidung lara
Kau menari-nari di atas tembang yang ku lantun
Begitu pedih kisah ini

Lalu musim seolah tak pernah berganti
Bagi pohon-pohon yang tak terbuahi

2.
Terdengar suara seruling yang ditiup penggembala
Gembala begitu gembira duduk diatas kerbau
tak pernah mengerti seruling sedang menangis
meratapi hidupnya yang dihembus nestapa

Oh, jangan kau hembuskan lagi janji-janji cinta
karena suara yang keluar adalah mimpiku yang kau tiup tanpa henti

3.
Bagaimana akan kutebarkan benih tawa diladang dunia
Bila hatiku dirundung rindu pada sawah nun jauh disana
Hanya tangis yang mampu menguap menjadi awan
awan berubah menjadi hujan

kan ku kirim hujan rindu pada pesawahan
yang tak mungkin akan reda
rindu padamu

Senin, 16 November 2009

Minum Anggur

Di malam perjamuan kudus
Kau tuangkan padaku secawan anggur
Yang kau perah dari pohon-pohon mimpi

Mimpi itupun mengendap didasar minuman
Ku teguk anggur itu dan kau berkata padaku
seolah membaca sebuah mantera : Tidurlah !!!

Seketika anganku melayang dengan ucapanmu
Ingin aku bertanya : untuk apa aku tidur ?

Mataku nanar, pikirku hilang dan akupun masuk kedunia mimpi
Dimana yang ada hanya aku dan engkau
Ditemani secawan anggur yang tak pernah habis-habis

Jangan bangunkan aku sayang !!! . Kataku ketika lelap.

Selasa, 10 November 2009

Ranting

Demi lembah yang membatu
Tiba-tiba saja burung kecil hinggap di ranting kering
Ranting yang hampir patah itupun kembali merasakan kehidupan
Kala mendengar kicauan si burung kecil

Ranting berharap
burung itu bersarang padanya

(Sungguh bodoh, bukankah burung lebih menyukai rerimbunan?)

Ketika burung kecil terbang
rantingpun ingin terbang
Apalah daya, ranting tak punya sayap
Kakinya telah dipinang tanah

Lalu dalam kerinduannya
Sehelai daun kering yang terbakar mentari
terbang tertiup angin
Mengejar si burung kecil

Senin, 02 November 2009

Penyatuan Dua Kerajaan

Ketika Ratu Balqis meminta sebuah singgasana maka dicurilah singgasana Balqis dan ditempatkan di Istana Sulaiman.

Sulaiman tahu mencuri adalah dosa, tapi bila dengan mencuri ia akan ditawan, maka ia bersedia menjadi tawanan asalkan ia di ikat dengan tali kasih. Maka terikatlah Sulaiman padahal ia adalah seorang raja yang berkuasa.

Ketika dua singgasana bertahta kerajaan apalagi yang lebih besar dari pada berpadunya dua hati yang saling melengkapi.

Minggu, 01 November 2009

Yang Berselimut

Wanita yang berselimut di sampingku
Tak jua kau buka mata
Pagi mulai menyingkap cahayanya
Dan engkau masih saja terlena
Dibuai tanya :
Siapa yang jadi pemenangnya?
Siapa yang jadi pecundang?
Siapa menunggang siapa?

Aku bosan bercinta
Bila ribuan racau, ribuan pinta, ribuan igau
Terdengar jelas di bilik kamar
Napsukah ?, Napsukah ?, Napsukah belaka ?

Pagi ini angin berhembus,
Bunga terkuncup
Tak lagi kudapatkan harum tubuhmu

Seharusnya,
Kita tak perlu cari pemenang
cinta bukanlah arena pertandingan