Jumat, 13 Februari 2009

Canda Sufi : Surah Mahabbatain

Kasihku…
Sudah ribuan surat Engkau layangkan
Telah ribuan nabi yang terutuskan
Bahkan telah jutaan kali pula aku berganti rupa dalam setiap kelahiran
Tapi tak sekalipun ‘ku dapat memandang ayu paras-Mu
Di setiap surat-Mu Engkau selalu berfirman:
“Aku adalah dekat, dan selama kau mencintai-Ku, Aku ada dihatimu.”

Kasihku…
Aku tak mau lagi membaca surat-Mu
Aku hanya mau Kamu, bukan surat-Mu
Biar kututup saja kitab suci
Dan kutaruh di laci lemari.
Tapi, tunggu dulu…!
Biarkan ku buka lagi surat-surat-Mu,
rasanya ada alamat rumah-Mu disana

Selasa, 10 Februari 2009

Sedulur Papat Lima Pancer

:KONSEPSI GUNUNGAN

Macan, banteng, kera, dan merak
adalah saudara yang empat
Yang mengajakmu ke empat arah;
utara, selatan, timur dan barat
Sekali-kali tak akan engkau sampai ke tujuan
Sebelum engkau menguasai saudara yang empat
Mereka adalah dirimu dan kamu adalah mereka
Maka turutlah !

Ada orang yang mengatakan;
Akan ku bunuh nafsu, dan pergi ke dalam fana
Sekali-kali tiada akan kau sanggup membunuh saudaramu
Karena berarti engkau telah membunuh dirimu sendiri.
Sungguh fana bukanlah tanpa warna,
Tapi dirimu tenggelam dalam telaga warna
Itulah hakekatnya berjumpa

Macan didalam dirimu akan mengajakmu dalam amarah
Karena memang begitulah sifatnya

Bantengmu akan condong pada keindahan, dan berhati-hatilah
Tidak semua yang indah itu sejuk

Kera akan mengajakmu untuk rakus, sombong, serta malas
maka kendalikanlah keliarannya

Dan merakmu akan mengajakmu kepada kebaikan.
Tetapi janganlah melampaui karena engkau akan rugi.

wahai engkau pancer (diri sejati),
Engkau adalah nur ‘aini dari ke empat saudaramu
Walau mereka berbeda sifat, tapi dirimu adalah pemegang
Maka jangan biarkan mereka mengendalikanmu,
Tapi engkaulah yang mengendalikan mereka
Setelah itu mari beranjak menuju puncak !

Bukan hanya merak yang akan menuju ke puncak,
Tapi macan, banteng dan kera pun akan turut
Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke dalam Tuhanmu
Dengan ridho dan di ridhoi

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

Senin, 09 Februari 2009

Isa, Turunlah dari Salib !

Isa harus lepas dari salib waktu yang mengikat,
Paku-paku di tangan telah terlalu berkarat
Dan kayu yang menopang telah keropos dimakan rayap,

Salib pun kini lebih mirip tulang manula yang
dimakan osteoporosis,
Rapuh dan menipis

Turunlah, yang ada di atas salib !
bukan zamannya untuk kalah oleh nasib
berontak, lepaslah dalam Tubuh
Salib yang membelenggu

Biarkan mereka berdupa salib yang bohong
Berpuja pada angka kosong
Dan pengakuan mereka hanyalah omong
Pendeta-pendeta yang ompong

Wahai engkau Mesias, Juru selamat,
Turunlah untuk menggembala umat
Karena domba-dombamu telah tersesat
Dipelihara oleh Ad-Dajjal laknat.

Berpijaklah kembali di bumi pertiwi
Untuk kedua kali !