Minggu, 01 Maret 2009

Hari Berkumpul

kuburkan aku dalam lahat persegi, kalau ku mati;
disana sama seluas dunia, tiada beda

jika jisim ku dimakan rayap
daging dan tulang kan melata bersama mereka, berkelana

jika jisim ku dimakan api
abu terbang terbawa angin, berkelana

jika jisim ku tenggelam di samudra
ikan-ikan akan memakan dan seluas samudra, berkelana

kamupun sama dengan ku
berkelana ke penjuru dunia

semisal burung-burung yang di tempatkan di tiap-tiap lembah
dan ketika sang pemilik meniup sangkakala hingga langit berwarna senja

burung-burung akan kembali secara terpaksa atau tidak
berkumpul di dalam satu kandang menyangka malam segera jelang

begitupun kita akan berkumpul setelah mati, suatu hari yang telah pasti
saling bercerita tentang lembah-lembah yang pernah di singgahi

Selasa, 24 Februari 2009

Rembulan dan Mentari

rembulan memeluk malam
bertabur gemintang

mentari memendam cinta
terbakar asmara

mereka sibuk mengejar waktu
sampai kapan begitu?

rembulan dan mentari
bertemu di alam mimpi

Senin, 23 Februari 2009

Jejak Kaki

Kita pernah mengukir jejak-jejak kaki diatas pasir
Dan jejak itu kini telah tersapu air pantai

Jangan kau bilang lagi aku lelaki nestapa
Karena aku tak lagi menggugu sepi

Ah, kau bilang siang tertawa padaku
Dan malam terkekeh melihat sedihku

Tidak begitu perempuan !
Malam dan siang kini bersenandung untukku
Karena langit tak lagi menyimpan duka.

Kisah kita memang telah selesai
Karena sang sutradara tak lagi memutar roda

Jejak-jejak kaki di puisi-puisiku
besok akan ku hapus namamu

lalu ku bisikkan padamu:
“aku tak pernah mengenalmu.”